NOTE :

Kamis, 22 April 2010

Pesonal Taste episode 4

Personal Taste Episode 4


Setelah dipijat, Kae In tidur pulas di sofa, Jin Ho masuk ke kamarnya dan ia mencoba menenangkan diri atas kejadian di restaurant, di depan Choi Do Bin lagi. Tapi tenang ini demi proyek.

Paginya, Kae In bangun dan ia ingat sudah mempermalukan Jin Ho dan ia ketakutan. Kae In dengar Jin Ho akan keluar dari kamar dan ia pura2 jatuh ke lantai dalam keadaan tidur. Jin Ho mau membangunkan Kae In tapi tidak berhasil, lalu pergi.

Kae In bangun setelah Jin Ho pergi dan ke kamar mandi, Jin Ho menyelinap ke kamar mandi untuk menakut-nakuti Kae In. Jin Ho ingin Kae In minta maaf karena kejadian kemarin, tapi Kae In pura2 tidak ingat dan berkata kalau mabuk ia tidak ingat apapun. Jin Ho kesal dan pergi.

Jin Ho dan Sang Jun mengunjungi lokasi Museum Dahm, Sang Jun berkata, "Orang itu sepertinya menyukaimu." Jin Ho salah paham ia pikir Sang Jun menyebut Do Bin, ia langsung berkata, jangan ngawur, memang pria bisa menyukai pria juga? Sang Jun bingung, maksudnya Kae In.

Mereka bertemu lagi dengan ayah Chang Ryul, dan saling menyindir. Jin Ho berkata satu2nya kesalahan yang dibuat ayahku adalah mempercayai orang kepercayaannya. Presdir Han tidak terlalu terpengaruh.

Kim In Hee dan Hye Mi bersamaan datang ke kantor Jin Ho, keduanya saling melihat dari ujung rambut sampai ujung kaki. Hye Mi berkata ia adalah tunangan Jin Ho, In Hee heran bukankah orang itu gay? Jin Ho datang dan ia memang lebih ramah dan sopan pada In hee karena In hee adalah orang kepercayaan Do Bin, sedang Hye Mi diacuhkan saja.

In Hee mengundang Jin Ho ke pesta gala, disana kau akan bertemu banyak kontak profesional. Jin Ho sangat berterima kasih apalagi saat In hee juga memberi tips tentang kebiasaan Do Bin, Jin Ho bahkan mengantar In hee kembali ke museum. In hee sangat senang dan ia mengundang Jin Ho makan malam, Jin Ho langsung mengiyakan, gantian In hee yang kaget, apa pria ini benar2 gay?

Chang Ryul kebetulan ke museum dan melihat keduanya yang sedang bicara dengan akrab dan ia panik.

Jin Ho berusaha berlatih bicara di toilet untuk menjelaskan pada Do Bin bahwa yg dikatakan Kae In tidak benar. Ia bukan gay. Jin Ho bertemu Do Bin dan mereka minum kopi bersama. Jin Ho mulai menjelaskan bahwa ia bukan gay, tapi Do bin berkata ia tidak peduli masalah pribadi orang, ia hanya ingin Jin Ho melakukan yang terbaik dalam desainnya.

Do Bin suka dengan kepandaian Jin Ho apalagi saat Jin Ho juga menguasai lukisan, ia menyarankan agar mengoleksi lukisan Kandinsky saja dan bukan lukisan karya Klimt.

Young sun ke rumah Kae In dan membawa tiram dari ibunya. Kae In mengaku ia membuat masalah lagi dan bercerita mengenai kejadian memalukan di restaurant dan Young sun tidak percaya ini. Young sun akhirnya menyuruh Kae In membayar kesalahannya dengan masak untuk Jin Ho, jalan menuju hati pria adalah melalui perutnya.

In hee menelp Jin Ho dan berkata bossnya Choi Do Bin ingin makan malam dengannya, Sang Jun kagum dengan kemampuan Jin Ho. Kae In dan Young sun juga mencari film untuk ditonton bersama Jin Ho. Kae In memilih film Brokeback Mountain-nya Ang Lee hahaha...Kae in beralasan ini adalah cara agar Jin Ho bisa terbuka dengan kondisi dirinya di depannya. (masalah gay dan lesbian juga adalah masalah sensitif di Korea, banyak pria gay yang tidak terbuka karena kultur dan lingkungannya.)

Jin Ho mendengar anak buahnya googling di internet untuk mencari tahu apa yang diinginkan wanita untuk Natal, ternyata mereka ingin teman gay. Jin Ho jadi ingin tahu dan Sang Jun melihatnya.

Jin Ho pulang dan Tae Hoon menguntitnya, ia janji pada Hye Mi untuk cari tahu dimana Jin Ho tinggal selama ini.

Hye Mi menghabiskan waktu menemani Ibu Jin Ho ke spa, dan mereka sangat cocok, bagai ibu mertua dan menantu kesayangannya. Tae hoon akhirnya tahu bahwa Jin ho tinggal di sang go jae. Lalu Tae hoon segera lapor pada Hye mi.


dia datang..dia datang..

Young sun dan Kae In menyiapkan makan malam, sepanjang waktu Kae in terus minta bantuan Young sun. Kae in benar2 tegang dan ia ketakutan ketika Jin Ho pulang. Young sun mencoba mencairkan suasana dan menasihati mereka agar bicara dengan santai dan jangan terlalu resmi, tapi Jin Ho tidak terlalu tertarik dan masuk ke kamarnya. Young sun harus pulang untuk menjaga anaknya dan Kae In sendirian.


Jin Ho keluar dan mereka membicarakan lagi masalah di restaurant dan Kae in tetap berkata ia tidak ingat, lalu Jin Ho pura2 Kae In punya hutang padanya, dan Kae in menyangkalnya..berarti ingat dong..

Jin Ho tersenyum dan ia ingin Kae in menulis kontrak jika Kae in mengatakan orientasi seksualnya lagi maka Kae In harus bersedia melakukan apapun yang diminta Jin Ho. Kae in mengiyakan dengan terpaksa dan kontrak di stempel.

Kemudian Kae in mengatakan ia masak untuk makan malam dan mengundang Jin Ho. JIn Ho akhirnya memakannya dan ia berkata, "Yah rasanya lumayan untuk dimakan manusia." Dan Jin Ho memakan semua sendirian tidak membaginya dengan Kae In. Kae in mencoba lagi menawarkan nonton film tapi Jin Ho berkata ia tidak punya waktu nonton dengan Kae In.

Chang Ryul dan In hee rebutan apartemen lagi, kali ini Chang Ryul yang di dalam dan mengganti passw pintunya. Mereka bertengkar tentang apa saja dan akhirnya Chang Ryul memeluk In hee dan mohon agar In hee menerimanya kembali.

In Hee hanya berkata jika hatinya sudah pergi maka tidak akan kembali, ia selalu suka dengan yang baru dan terbaik, Chang Ryul bukan yang terbaik. Baginya pria itu seperti tas keluaran terbaru, ia akan selalu memburu yang terbaru dan paling bagus. Chang Ryul akhirnya berkata tidak ada satupun yang boleh meninggalkan apartemen, In hee setuju, tapi Chang rYul tidak boleh mencampuri urusan pribadinya.

Kae in akhirnya nonton film sendirian, tapi bukan Brokeback. Jin Ho keluar dan Kae in minta diambilkan air. Kae in reflek memanggil Jin ho, In hee ya, ia masih terbiasa dengan In hee. Jin Ho membawakan Kae in air dan berkata In hee pasti sudah lama sekali jadi teman Kae in. Kae in berkata ya sudah 10 th.

Kae in menawarkan popcorn, Jin Ho berkata, "Kau tahu itu akan langsung jadi lemak."(la aku buat omelet ama cappucino sambil ngeblog..pantesan aku tambah gemuk akhir2 ini sigh...) Kae in tidak peduli, dan Jin Ho makan popcorn juga, Kae In tanya, memangnya kenapa dengan lemak perut? Jin Ho tidak suka jika perutnya berlemak.

Kae in tanya kapan Jin Ho tahu pertama kali kalau ia gay, kalau ia beda dari yang lainnya? Jin Ho tidak menjawab. Kae in berkata lagi, ia tahu ketika berusia 7 th. Jin Ho kaget, jadi kau lesbi? Bukan, saat aku tahu bahwa aku berbeda dengan anak lain. Saat aku melihat ibu teman2ku datang ke acara di sekolah dan bahwa ibuku tidak akan datang.


Kae in berkata mungkin kau tahu bagaimana rasanya itu. Kae in terus saja tanya kapan Jin Ho tahu ia suka dengan sejenisnya, Jin Ho tidak menjawab dan hanya menyumpal mulut Kae In dengan popcorn.

Kayanya mau balas adegan ini deh, waktu Jae Kyung menutup mulut JunPyo dg popcorn ya..haha..

I amused with Min Ho and food encounters haha..

Paginya, Jin Ho mendapat musibah, ia kena diare, ia merasa sakit saat di kantor, Jin ho benar2 putus asa menahan perutnya yang sakit sambil berjalan, satu tangan menahan perut satu di bagian pantat haha..menahan agar tidak meledak. Jin ho pasti keracunan seafood. Jin Ho kesal sekali, sambil duduk di toilet, Jin Ho merancang pembunuhan yang perlahan dan menyakitkan buat Kae In.


Kae in ikut interview pekerjaan, dia pikir interview untuk posisi designer, ternyata posisi sekretaris dan Kae in langsung ditolak. Chang Ryul melihatnya. Chang Ryul mengikuti Kae In. Kae In putus asa dan makan ramen sendirian lalu pulang dan kehujanan. Chang Ryul melihat Kae In dari jauh.

Jin Ho menemui Choi Do Bin untuk janji makan malam, tapi Do Bin melihat wajah Jin Ho pucat dan keringat dingin, ia mengulurkan saputangan-nya dan usul apa kita menjadwal ulang saja, kau kelihatan tidak enak badan. Do bin minta saputangan-nya kembali, katanya saputangan ini punya nilai sentimentil. (jd ingat kata2 Jandi, perjumpaan yang paling indah adalah seperti saputangan..hehehe)

Jin Ho pulang ke rumah dan ia melihat Chang Ryul ada di luar rumah. Jin Ho marah karena tiram, makan malamnya yang batal. Kae in sangat mencemaskan Jin Ho dan ia lari kesana kesini di sekitar rumah mencari obat diare, rambutnya basah karena kehujanan jadi lantai ikut basah.


Kae in terus tanya tentang diare Jin Ho yang membuat Jin Ho tambah marah, "Berhenti berkata Diare!!" lalu Jin ho berteriak lagi karena Kae in membuat lantai basah, lalu ia mengambil handuk dan meminta Kae in mengeringkan rambutnya sebelum kena flu.

Jin Ho mendengar keributan di dapur, ternyata Kae in memecahkan piring. Jin Ho membantu membersihkan pecahannya. Apa kau bisa sehari saja tidak membuat kekacauan. Kae in membalas, Apa kau bisa sehari saja tidak mengusikku?

Ternyata Kae In membuat bubur untuk Jin Ho. Jin Ho menyuruh Kae In mencicipinya dulu siapa tahu itu beracun. Jin Ho melihat jari Kae in yang luka, Kae in berkata itu karena masak kemarin. Tiba2 Chang Ryul yang mabuk memanggilnya dari luar rumah.

Jin Ho melihat wajah Kae in dan Jin Ho berkata jangan keluar. Kae in berkata ia tidak akan keluar. Tapi Jin Ho yakin Kae In akan keluar.



Ternyata Kae In keluar. Jin Ho masuk ke kamar Kae In dengan tensoplas di tangannya, tapi melihat Kae In tidak ada, ia bergumam, "Jeon Jin Ho menang lagi." Wajahnya sedikit kecewa.


Kae In menemui Chng Ryul dan tanya apa alasan Chang Ryul memilih In hee dari yang lain, alasannya karena In hee memberikan semuanya untuknya, sementara Kae In hanya sebatas lengan (maksudnya In hee mau tidur dengan Chang Ryul), Chang Ryul berkata Kae in sangat tidak matang dan naif.

Kae In menjawab, bahwa ia sudah sangat bahagia bisa bersama Chang Ryul, setiap ciuman, setiap telp, dan bergegas menemui Chang Ryul tanpa peduli penampilannya karena ia sangat ingin menemui Chang Ryul. Chang Ryul berkata, mereka beda, Kae In tidak sesuai dengan dirinya sebagai orang dewasa dan sejajar.

(well, I think pria yang mau ceweknya tidur dengannya sebelum menikah adalah org yg egois dan tidak bertanggung jawab. Mencintai bukan berarti menuntut ceweknya melakukan apapun keinginannya, jika mencintai berarti he will take care of his girl until the wedding day. Apalagi pake mengancam akan putus jika tidak dituruti, well kataku..putus saja, who scares? Because every girl is so precious.)

Kae in merasa ini kesalahannya. Tiba2 ponsel Chang Ryul berbunyi, ternyata In Hee, Chang Ryul keceplosan dan berkata ia tinggal dengan In Hee. Kae In sangat terluka dan ia tidak percaya Chang Ryul berani menemuinya padahal ia masih tinggal dengan In Hee. Kae in marah dan menyuruh Chang Ryul pergi.


Kae In masuk ke rumah, Jin Ho menunggunya, "Dasar bodoh, kau ini seperti anak anjing, ditinggalkan majikannya, lalu lupa dan langsung lari ketika dipanggil namanya. Apa kau tahu kau terlihat sangat menyedihkan sekarang?"

Kae In, "hentikan!" Jin Ho terus saja mengomelinya. Kae in murka, ia memukul Jin Ho dengan bantal2 dan memukul dada Jin Ho. Kae in : "Apa kesalahanku? Mengapa kau membuatku terlihat begitu menyedihkan? Mengapa?" Jin Ho, "Kau yang melakukannya pada dirimu sendiri."

Kae In, "Kau tidak pernah menunggu telp sepanjang hari dari orang yang kau suka. Atau merasa hatimu akan meledak hanya melihat orang itu. Kau bisa mati dan bangkit dari kubur dan tidak pernah tahu. Orang yang membuatku merasa seperti itu tadi memanggilku keluar, tidak peduli betapa salahnya aku. Aku ingin mendengar suaranya. Apa yang bisa kulakukan? Seperti inilah aku, apa yang bisa kulakukan?"

Kae In menangis dan mata Jin Ho juga berkaca-kaca. Mereka akhirnya menenangkan diri dengan minum2. Kae In mengulang kata2 Chang Ryul. Jin Ho menyebut Chang Ryul bastard. Jin Ho meminta Kae in melupakan Chang Ryul. Kae in berkata ia tdk bisa dan berkata ini salahnya. Jin Ho, "Buatlah dia menyesal kehilangan wanita sepertimu"


Kae In tiba2 seperti mendapat ide, ia melihat ke arah Jin Ho dan bersandar pada Jin Ho, Kae In tanya, "Maukah kau membuatku menjadi seorang wanita?"

Jin Ho kaget.

Personal Taste episode 1-3

search :http://kadorama-recaps.blogspot.com/

Senin, 19 April 2010

Sinopsis My Fair Lady Episode 16 - Final Episode



Kakek pulang dari RS dan Hae Na berjanji untuk menjaga Kakek. Kehidupan berjalan normal kembali bahkan Hae na menulis dalam surat untuk Dong Chan, bahwa tidak ada yang berubah kecuali untukmu, semuanya sama.

Hae Na menulis : Saat aku merindukanmu, aku membayangkan bahwa kau ada di sini. Aku merindukanmu. Tapi Hae Na tidak benar-benar mengirim suratnya.
Dong Chan kembali ke toko bunga. Eui joo berkata bahwa Presdir Kang sudah pulang. Dong Chan lega tapi Eui Joo berkata bahwa Presdir mungkin menghentikan pengobatannya. Semua direktur tahu bahwa usia Kakek tidak lama lagi, mereka mendatangi Hae na di rumah keluarga Kang. Hae na telah mengambil alih sementara perusahaan dan berkata bahwa Kakek baik-baik saja.
Besok adalah ulang tahun Hae na, dan Hae na berjalan-jalan di taman bambu bersama Kakek. Saat Hae Na mengambil minum, Dong Chan tiba. Dong Chan diarahkan oleh Woo Sung yang ingin mempertemukannya dengan Hae na. Saat bertemu Kakek Dong Chan berkata : Mohon hiduplah lebih lama. Demi Nona, Anda harus hidup lebih lama. Dong Chan bersiap pergi dan bertemu Hae na.

Keduanya shock d
an Dong Chan menganggukkan kepalanya memberi hormat. Kakek memanggil Hae Na. Di rumah, keduanya saling memikirkan satu sama lain. Keesokan harinya, Hae na diberi kejutan nyanyian Happy Birthday dan tart oleh stafnya. Hae Na terharu. (in fact, Yoon Eun Hye baru saja merayakan ultahnya yg ke-25 di lokasi).

Eui Joo menelepon Tae Yoon dan mengajaknya makan siang. Eui Joo punya rencana untuk mempertemukan Dong Chan dan Hae Na (ngga tahu dia kalau mereka udah ketemu ha.ha) dan meminta bantuan Tae Yoon. Mereka merancang perjalanan dengan kapal di sepanjang sungai Han. Kakek meminta Tuan Jang dan Nona Jung untuk menjaga Hae Na karena Hae Na membutuhkan mereka. Nona Jung berkata bahwa yang dibutuhkan Hae na bukan mereka tapi Dong Chan, dia menyerahkan surat Hae na pada Kakek.

Dong Chan tiba-tiba pergi ke sungai Han, dia ingin mengenang saat dia berada disitu bersama Hae Na. Kebetulan bertemu Hae Na. Hae na berniat menghindari Dong Chan. Dong Chan mengejarnya dan memberikan birthday coupon untuk Hae Na dan meminta Hae Na menghabiskan satu hari bersamanya. Mereka pergi kencan dan mengirim pesan kepada Eui Joo dan Tae Yoon bahwa mereka tidak bisa datang.

Eui Joo dan Tae yoon yang sudah menunggu di kapal berniat turun, tapi terlambat..kapal sudah bergerak. Ternyata Tae Yoon mabuk laut, dia langsung lari ke toilet..(oh come on..)

Keesokan harinya, Kakek berkata pada Hae na : Hiduplah seperti yang kau inginkan. Itulah kebahagiaan yang terbaik. Apakah itu berarti menjadi penerusku atau bersama Seo Dong Chan, carilah yang kau inginkan. Apa kau mengerti ?

Hae Na
mengerti dan ia masuk ke dalam untuk mengambil selimut bagi Kakek. Saat ia kembali, Kakek tertidur atau seperti tertidur. Setelah beberapa saat, Hae Na sadar kalau Kakek sudah meninggal (RIP) dan dia menangis.


Saat di pemakaman, Hae Na bertemu Dong Chan, Hae na merasa takut karena ia sendiri sekarang. Bagaimana aku dapat hidup? Dong Chan menghibur Hae Na.

Beberapa saat setelah Kakek meninggal,

Kang Su min memenangkan kontes dan Hae Na memanggil semua Direktur : Aku akan mengundurkan diri, tapi hanya untuk sementara. Aku akan belajar ke luar negeri untuk menambah kapasitas." Hae Na meninggalkan perusahaan di tangan manajemen dan meminta Paman Chul Gu memimpin perusahaan sampai ia kembali.

Hae Na memasak untuk semua stafnya dan meminta mereka tetap setia menunggunya. Saat Hae Na menuju ke airport, dia mencoba menelepon Dong Chan, intinya dia tetap tidak dapat melupakan Dong Chan dan ia akan ke Amerika. Jika saat dia kembali nanti Dong Chan masih merasa bahwa kebahagiaannya adalah bersama Hae Na maka mereka dapat mulai dari awal lagi.

Dong Chan mengejar Hae na ke airport dan adegan seperti episode 1 diulang lagi. Dong Chan : Hey, kau! Kau kira kau akan pergi kemana, tanpa perse
tujuanku? Dong Chan meminta Hae Na untuk tetap tinggal dan seperti di episode 1, Dong Chan menggendong Hae Na dan berteriak : "Dia pacarku"

Epilog :

Keluarga Paman Chul Gu sangat bangga pada Kang Su Min yang menjadi bintang iklan.

Tae Yoon dan Eui Joo bertemu lagi. Kali ini Eui Joo meminta bantuan hukum pada Tae Yoon mengenai design sepatunya yang dicuri Kang Su Ah. Eui Joo bahkan memanggil Tae Yoon dengan hormat : Tuan Pengacara. Tae Yoon menolak membantu, Eui Joo jadi kesal, tapi Tae Yoon berbisik dan berkata dengan nada menggod
a, "Aku akan membantumu kalau kau memanggilku Tae Yoon" well..well..well is this a sign of something?

Tiga sekawan Jibsa (pelayan) Hae na mencoba kencan buta dan sangat kecewa saat mengetahui ketiga calon kencannya adalah teman pelayan yang lain.

Dan akhirn
ya, Hae Na dan Dong Chan berkelahi sekali lagi karena masalah sepele. Hae Na menutup mulut Dong Chan dengan ciuman. Dong Chan bercanda : "Sudah tidak ada efeknya," yang membuat Hae Na menciumnya berkali-kali.


Tamat.

Note :

Aku harus mengakui, aku terlalu over exciting dan over expectation dengan drama My Fair Lady ini. Aku terlalu senang dengan come back-nya Yoon Eun Hye dan mulai tertarik dengan Jung Ill Woo setelah melihat doi di Return of Illjimae.

Awalnya sih ada harapan, tapi episode2 akhir seperti lose control. Maksudku tidak ada kejutan dan Korean drama klise banget. Dengan tanda-tanda :

  • Cinderella Story type
  • Cinta segiempat (Harusnya Kang Su Ah dan Su Ho juga di pasangkan)
  • Cinta berawal dari benci
  • Ada yang sakit parah
  • Study abroad thing
Yah..pokoknya just like the other Korean Drama. Gregetnya kurang kalau dibanding Goong (Princess Hour) dan Coffee Prince. Belum tahu kapan diputar di Indosiar (kalau diputar).


source :http://kadorama-recaps.blogspot.com/
dari episode 2-16 ..makasihh boleh copy ^^

Sinopsis My Fair Lady Episode 15



Paginya, Hae Na terbangun dengan Dong Chan di sisinya. Sedikit malu tetapi bahagia. Mereka menghabiskan waktu berdua sepanjang hari sebagai pasangan resmi.
Dong Chan bertanya apa Hae Na gugup jika Kakek tahu, dan jika Kakek mengusirnya lagi apa yang akan dia lakukan. Hae Na dengan bercanda berkata bahwa berarti Dong Chan harus menampungnya.

Dong Chan kembali bersikap formal dan memanggil Hae Na dengan sebutan nona. Hae Na ingin Dong Chan memanggilnya seperti kemarin malam tapi Dong Chan berkata bahwa dia masih Jibsa Hae Na.

Mereka menghadap Kakek. Wajah Kakek tampak marah dengan mereka. Dong Chan meminta ijin Kakek untuk berkencan dengan Hae Na. Dong Chan tidak akan melepaskan Hae Na. Kakek tetap tidak menyetujui mereka tapi juga tidak melarang langsung. Dia hanya memikirkan citra perusahaan saja.

Tuan Jang heran Kakek menyetujui mereka. Kakek berkata ia tetap tidak setuju hanya tidak ingin Hae Na kabur lagi dari rumah. Dia tetap memerlukan Dong Chan tapi setelah pertemuan direktur Kakek akan memecat Dong Chan.
Semua kaget dengan pasangan itu termasuk Paman Chul Gu, Su Ah, Eui Joo dan Tae Yoon.


Tae Yoon datang dan meminta maaf, dia melepaskan Hae Na dan berkata apa mereka bisa berteman, Hae Na tentu saja sangat senang. Eui Joo juga berencana melepaskan DOng Chan.
Malamnya, Dong Chan memergoki tingkah laku Woo-Sung yang mencurigakan. Woo sung bohong dan berkata ia sedang bersih-bersih.


Hae Na bekerja kembali dan seperti biasa Dong Chan yang membantu semua kesulitan Hae Na. Sehingga penjualan meningkat. Kang Su Min sangat senang dengan kesuksesan Hae Na.
Kakek berkata terus terang pada Dong Chan, ia tidak merestui mereka. Kau mencintainya kan? kalau begitu kau tahu yang terbaik untuknya.

Dong Chan merahasiakan percakapannya dengan Kakek dan tetap berlaku biasa dengan Hae Na. Mereka pergi bersepeda dan Hae Na terjatuh dari sepeda.
Dong Chan curiga seseorang menyabotase sepeda Hae Na. Dia tahu pelakunya adalah Woo Sung dan ia menggertak Woo Sung bahwa ia tahu semuanya. Dong Chan juga berhadapan dengan Paman Chul Gu langsung.


Akhirnya target penjualan Hae Na tercapai, Paman Chul Gu karena takut dengan gertakan Dong Chan juga mendukung Hae Na. Dong Chan menemui Woo sung dan berkata ia mengerti bahwa woo sung melakukannya karena tekanan Chul Gu. Woo Sung sangat menghargai dan berterima kasih pada Dong Chan.

Tae Yoon bertemu dengan Eui Joo dan berkata ia senang karena Eui Joo adalah pendengar yang baik. Ia berkata ia telah melepaskan Hae Na. Eui Joo juga mengaku sudah melepas Dong Chan meskipun susah melupakannya. Mereka sepertinya akan cocok.


Dong Chan dan Hae Na berkencan lagi. Mereka melewati toko bridal dan Dong Chan meminta Hae Na mencoba baju pengantin. Dong Chan merekam Hae Na dengan ponselnya dan meminta Hae Na mengatakan sesuatu. Hae Na berkata : I love you.
Hae Na berkata jika Kakek merestui mereka, apakah Dong Chan akan melamarnya? Dong Chan berkata : Ya nanti jika Kakek merestui kita, menikahlah denganku.

Hae Na dan Kakek berjalan-jalan. Hae Na tiba-tiba berkata bahwa ia ingin menikah dengan Seo Dong Chan. Kakek berkata tidak boleh dan tidak peduli saat Hae Na berkata bahwa ia mencintai Dong Chan. Kakek berkata ia akan mengeluarkan Hae Na dari silsilah keturunannya.
Hae Na merasa susah tapi ia menetapkan hati dan memilih Dong Chan. Kakek murka dan jatuh pingsan. Hae Na panik dan merasa bersalah.

Saat di RS, Kakek berkata bagaimana Hae Na dapat membuang hasil kerja selama 50 tahun begitu saja. Hae Na berjanji akan melindungi Kang San, apa ia juga boleh mempertahankan Dong Chan ? Kakek tetap berkata tidak.
Dong Chan datang saat Hae Na pergi dan mereka akhirnya bertemu dan berbicara di atap RS.

Hae Na sangat shock dan Dong Chan mengerti saat Hae na berkata bahwa ia harus berubah. Dong Chan berkata Hae Na tidak perlu melanjutkan, sekarang ia yang akan melepaskan Hae Na. Ia minta maaf karena tidak dapat memenuhi janjinya untuk membuat Hae Na tidak menangis tapi ia berjanji ia tidak akan melupakan Hae Na. Jadi kita putus.
Hae Na meraih tangan Dong Chan dan menangis. Memaksa dirinya sendiri untuk pergi. Saat Hae na pergi, Dong Chan berteriak : "Hae Na, Aku mencintaimu."


Personal Notes :

Girls, sex before marriage is absolutely restricted. Terlarang ...gak peduli alasannya.

Sinopsis My Fair Lady Episode 14



Hae Na keluar dari ruang meeting dan menarik Dong Chan. "Kakek sudah mengetahui semuanya!" Reaksi Dong Chan adalah ingin menemui Kakek dan menjelaskan semuanya. Hae Na merasa itu ide yang buruk: "Apa kau tahan tidak dapat menemuiku lagi ? Jika kau pergi menemui Kakek, maka hubungan kita akan berakhir. Aku tidak dapat putus denganmu seperti ini."


Akhirnya Dong Chan menarik tangan Hae Na dan mulai berlari. Kakek memerintahkan stafnya untuk menahan wartawan dan mencari Dong Chan dan Hae Na segera. Eui Joo juga mendengar berita tentang mereka, dia menemui Tae Yoon. Mereka berdua pergi ke rumah Hae Na. Ternyata semua staf sibuk mencari dan menahan wartawan. Tae Yoon berkesimpulan bahwa Dong Chan dan Hae na melarikan diri.

Benar juga, Dong Chan dan Hae Na melarikan diri ke kota kecil tepi pantai. Mereka menyewa kamar di dekat situ. Mereka memanfaatkan waktu dengan bermain di tepi pantai. Eui Joo kesal dan melampiaskannya dengan menyanyi dan memaki Hae Na. Tae Yoon tertawa melihatnya. Eui Joo : "Mengapa kalian hanya menyukai Hae Na ? Itu membuatku cemburu."

Malamnya, Hae Na berusaha membuat Dong Chan tinggal di sisinya tapi Dong Chan menyiapkan kamar hanya untuk Hae Na. Kesal, Hae Na menarik selimut dan Dong Chan jatuh menimpanya. Dong Chan memutuskan keluar dan mencari udara segar. Hae Na menyusul Dong Chan. Dong Chan tampaknya sudah membuat keputusannya sendiri.

Paginya, Hae Na menyiapkan sarapan untuk Dong Chan, makanan favoritenya- kimchi chigae - walaupun rasanya tidak terlalu enak, Dong Chan terkesan dengan kesungguhan Hae Na. Dong Chan bertanya apa Hae Na tahan dengan kehidupan seperti ini ? Hae Na berkata ia hanya melakukannya hari ini saja karena ini spesial. Dong Chan membujuk Hae Na untuk pulang ke Seoul dan berkata ia akan menemui Kakek untuk meminta restu. Hae Na senang. Dia tidak tahu kalau Dong Chan sudah berjanji pada Kakek untuk membawa Hae na menemuinya untuk bertemu dengan orang tua Tae Yoon.

Mereka tib
a duluan. Dong Chan meminta Hae Na menunggu di ruangan dan ia keluar sebentar. Dong Chan ternyata pergi. Saat Kakek datang, Hae Na menyapanya dan mau meminta maaf tapi terpotong dengan kedatangan seseorang...Tae Yoon.

Hae Na terjebak dalam pertemuan resmi antara Kakek dan keluarga Tae Yoon. Orang tua Tae Yoon mendesak Hae Na untuk menentukan tanggal pernikahan. Karena didesak terus akhirnya Hae na berkata :'' Aku tidak dapat menyetujui pernikahan ini, maafkan aku." Orang tua Tae Yoon marah dan merasa tersinggung.

Kakek juga marah, Hae na mengaku bahwa ia menyukai orang lain. Kakek memotong, kalau yang kau maksud adalah Dong Chan lupakan saja. Kalau kau berkeras menyukainya, jangan menemuiku lagi. Tae Yoon menemui Hae Na : "Apa kau senang sekarang ? Kau benar-benar berani." Hae na bertanya siapa yang merencanakan ini, Tae Yoon atau Dong Chan ? Tae Yoon berkata, mereka berdua.

Hae Na menemui Dong Chan di toko bunga, marah dan menampar Dong Chan. "Aku datang untuk berterima kasih, aku kira kita akan mulai lembaran baru tapi yang kau pikir justru memutuskan hubungan denganku. Apa kau pernah mencintaiku ? Apa ini yang namanya cinta ?" Setelah itu, Hae Na pergi dan Dong Chan tidak mampu menyusulnya.

Hae Na tidak mau pulang, ia justru tinggal di hotel. Tuan Jang meminta Dong Chan membujuk Hae Na agar pulang. Dong Chan pergi menemui Hae Na dan mulai mengepak baju Hae Na. Hae Na menolak pulang, dia meminta Dong Chan pergi jika tidak ia akan memanggil security.

Akhirnya Dong Chan meledak : "Iya, aku memang pengecut dan bodoh. Bagi orang kaya sepertimu yang punya banyak untuk diberikan, dapat mencintai pasti hebat. Tapi untuk orang miskin seperti aku, satu-satunya hal yang dapat kuberikan untukmu hanyalah diriku sendiri. Itulah sebabnya aku mengirimmu kepada Tae yoon. Jika itu adalah pengecut dan bodoh maka ya memang demikian. Kalau aku tahu bahwa akan begini jadinya maka lebih baik aku tetap menjadi pelayanmu saja. Tidak perlu kuatir seperti ini. Kita memang tidak cocok sejak dari awal." Setelah itu Dong Chan pergi. Hae Na jatuh di lantai dan menangis.

Saat diluar, Dong Chan berubah pikiran dan berbalik ke kamar Hae Na. Dong Chan membuka pintu dan menarik Hae na yang menangis ke dalam pelukannya dan menciumnya. Pintu-pun tertutup.....

Sinopsis My Fair Lady Episode 13




Dong Chan dan Hae na duduk dan bercakap-cakap. Dong Chan bertanya mengapa Hae Na menyukainya, Hae Na tidak tahu mengapa dia hanya suka. Mereka berjalan pulang dan bergandengan tangan. Eui Joo melihat mereka.
Di rumah Hae na berteriak karena kecoa, Dong Chan membantu mengusirnya dan kejadian itu mendekatkan mereka. Mereka langsung menjauh karena grogi.

Tae Yoon mabuk dan Eui Joo mendatanginya. Eui Joo mendesak Tae Yoon untuk segera memisahkan Hae Na dan Dong Chan. Tapi Tae Yoon terlalu mabuk dan akhirnya colapse. Eui Joo bingung dan tidak tahu dimana rumah Tae Yoon. Akhirnya Eui Joo membawa Tae Yoon ke motel.
Eui Joo akan pergi saat Tae Yoon tiba-tiba menangkap tangannya : "Jangan pergi."


Hae Na tidak bisa tidur dan dia berjalan keluar rumah. Ternyata ada Dong Chan. Hae Na merasa bersalah pada Tae Yoon, Dong Chan juga. Dong Chan minta sampai Kakek tidak marah lagi, Hae Na mau menjadi pacarnya. Mereka akhirnya tertidur di luar.
Keesokannya, mereka terbangun dan mencoba menjelaskan kepada ibu Eui Joo bahwa kejadian semalam hanya kebetulan. Ibu Eui Joo lebih cemas karena Eui Joo tidak pulang semalam. Eui Joo juga terbangun dengan grogi di kamar motel. Tae Yoon sudah tidak ada.


Ternyata Tae Yoon pergi ke peternakan saat dia dan Hae na kerja volunteer. Sementara itu, Hae Na tetap mengontrol online shopping mall-nya dan bekerja paruh waktu di sebuah sekolah. Hae Na ditugaskan melukis dinding sekolah (mural).


Penjualan di online shopping mall Hae Na mengalami peningkatan. Eui joo berkata pada Dong Chan jika ia mau berkencan dengan Hae Na silahkan, tapi Eui Joo tidak mau kalau Dong Chan sakit hati karena Hae na. Tapi Eui Joo juga menemui Tae Yoon dan memintanya untuk tetap mempertahankan Hae na.


Tae Yoon meminta maaf karena kelakuannya waktu mabuk dan Eui Joo dapat menerimanya. Dong Chan melaporkan perkembangan Hae Na pada Kakek yang sangat senang dan bersiap menerima Hae Na kembali. Dong Chan tersenyum di depan Kakek tapi dalam hati dia merasa sedih.
Hae Na membeli topi dan kalung untuk Dong Chan dari uang hasil kerja pertamanya. Dia menemukan Tae Yoon sudah menunggunya. Hae na meminta maaf dan Tae Yoon berkata dia akan menunggu Hae Na.



Dong Chan pulang dan berkata bahwa Kakek sedang senang. Dong Chan juga berkata bahwa ia akan melakukan apa pun keinginan Hae Na. Ternyata ada yang memata-matai mereka.
Hae Na memberikan kalung untuk Dong Chan :"Jangan pergi ke manapun tanpa ijinku, karena aku akan menarikmu kembali."


Dong Chan juga berkata bahwa Kakek ingin Hae Na pulang. Hae Na senang dan bertanya : "Kau juga pergi dengan ku kan?" Hae Na lega saat Dong Chan mengiyakan.
Paginya, Hae Na dan Dong Chan bersiap kembali ke kantor, Hae Na bahkan berterima kasih dan pamit dengan Ibu Eui Joo dan berjanji akan membayar kebaikannya.




Di kantor, Hae Na bersiap mengikuti meeting. Paman chul Gu sudah bersiap, ternyata dia menyebarkan berita bahwa Hae Na berkencan dengan seorang mantan Jebi (Dong Chan).
Kakek kaget dengan berita itu, dia minta Dong Chan menghadapnya segera. Hae Na sedikit panik dengan berita itu langsung keluar dari ruang meeting dan menarik Dong Chan yang menunggu di luar.

Dong Chan bingung tapi Hae na langsung menarik tangannya : "Ayo kita lari!"